JV Jurivera
EN · ID
Sign in
← Law library

Peraturan BKPM No. 5 Tahun 2021 tentang Pedoman dan Tata Cara Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Verified 2026-06-01 Official source (BPK) ↗
The Indonesian text is authoritative. English is an unofficial machine translation for convenience — verify against the official source. This is a reference, not legal advice.

Pasal 1 angka 20

#pasal-1-20
Original (Bahasa Indonesia) · authoritative
20. Laporan Kegiatan Penanaman Modal yang selanjutnya 
disingkat LKPM adalah laporan mengenai 
perkembangan realisasi Penanaman Modal dan 
permasalahan yang dihadapi Pelaku Usaha yang wajib 
dibuat dan disampaikan secara berkala.
English · unofficial translation
Article 1 number 20:

20. Investment Realization Activity Report, hereinafter abbreviated as LKPM, is a report regarding the development of Investment realization and the problems faced by Business Actors that must be made and submitted periodically.
Source hash a4ceb4063847da54 · ingested 2026-06-01

Pasal 32

#pasal-32
Original (Bahasa Indonesia) · authoritative
Pasal 32 
(1) Pelaku Usaha wajib menyampaikan LKPM sebagaimana 
dimaksud dalam Pasal 29 ayat ( 4) huruf a, untuk 
setiap bidang usaha dan/atau lokasi. 
(2) Penyampaian LKPM sebagaimana dimaksud pada 
ayat (1) dilakukan secara daring melalui Sistem OSS. 
(3) Penyampaian LKPM mengacu pada data Perizinan 
Berusaha, termasuk perubahan data yang tercantum 
dalam Sistem OSS sesuai dengan periode berjalan. 
(4) Penyampaian LKPM sebagaimana dimaksud pada 
ayat (2) disampaikan oleh Pelaku Usaha untuk setiap 
tingkat Risiko secara berkala dengan ketentuan sebagai 
berikut: 
a. bagi Pelaku Usaha kecil setiap 6 (enam) bulan 
dalam 1 (satu) tahun laporan; dan 
b. bagi Pelaku Usaha menengah dan besar setiap 3 
(tiga) bulan (triwulan). 
(5) Penyampaian LKPM sebagaimana dimaksud pada 
ayat (2) tidak diwajibkan bagi: 
a. Pelaku Usaha mikro; dan 
b. bidang usaha hulu migas, perbankan, lembaga 
keuangan non bank, dan asuransi. 
(6) Penyampaian LKPM sebagaimana dimaksud pada 
ayat (4) huruf a dilakukan dengan ketentuan: 
a. Periode pelaporan sebagai berikut: 
1. laporan semester I disampaikan paling lambat 
tanggal 10 bulan Juli tahun yang 
bersangkutan; dan 
2. laporan semester II disampaikan paling 
lambat tanggal 10 bulan Januari tahun 
berikutnya. 
b. Format LKPM sebagaimana dimaksud dalam 
huruf a tercantum dalam Lampiran XIII yang 
merupakan bagian tidak terpisahkan dari 
Peraturan Badan ini. 
(7) Penyampaian LKPM sebagaimana dimaksud pada 
ayat (4) huruf b dilakukan dengan ketentuan: 
a. LKPM terdiri atas: 
1. LKPM tahap konstruksi /persiapan bagi 
kegiatan usaha yang belum berproduksi 
dan/atau beroperasi komersial; dan 
2. LKPM tahap operasional dan/atau komersial 
bagi kegiatan usaha yang sudah berproduksi 
dan/atau beroperasi komersial. 
b. Periode pelaporan sebagai berikut: 
1. laporan triwulan I disampaikan paling lambat 
tanggal 10 bulan April tahun yang 
bersangkutan; 
2. laporan triwulan II disampaikan paling 
lambat tanggal 10 bulan Juli tahun yang 
bersangkutan; 
3. laporan triwulan III disampaikan paling 
lambat tanggal 10 bulan Oktober tahun yang 
bersangkutan; dan 
4. laporan triwulan IV disampaikan paling 
lambat tanggal 10 bulan Januari tahun 
berikutnya. 
c. Format LKPM sebagaimana dimaksud dalam 
ayat (4) tercantum dalam Lampiran XIV yang 
merupakan bagian tidak terpisahkan dari 
Peraturan Badan ini. 
 
 - 49 -
English · unofficial translation
Article 32 
(1) Business Actors are required to submit the LKPM as referred to in Article 29 paragraph (4) letter a, for each business field and/or location.
(2) The submission of the LKPM as referred to in paragraph (1) is carried out online through the OSS System.
(3) The submission of the LKPM refers to Business Licensing data, including changes to the data listed in the OSS System in accordance with the current period.
(4) The submission of the LKPM as referred to in paragraph (2) is submitted by Business Actors for each Risk Level on a periodic basis with the following provisions:
a. for Small Business Actors every 6 (six) months in 1 (one) year of reporting; and
b. for Medium and Large Business Actors every 3 (three) months (quarterly).
(5) The submission of the LKPM as referred to in paragraph (2) is not required for:
a. Micro Business Actors; and
b. upstream oil and gas, banking, non-bank financial institutions, and insurance business fields.
(6) The submission of the LKPM as referred to in paragraph (4) letter a is carried out with the following provisions:
a. The reporting period is as follows:
1. the first semester report is submitted no later than July 10 of the current year; and
2. the second semester report is submitted no later than January 10 of the following year.
b. The LKPM format as referred to in letter a is listed in Attachment XIII which is an integral part of this Agency Regulation.
(7) The submission of the LKPM as referred to in paragraph (4) letter b is carried out with the following provisions:
a. The LKPM consists of:
1. LKPM for the construction/preparation stage for business activities that have not yet produced and/or operated commercially; and
2. LKPM for the operational and/or commercial stage for business activities that have already produced and/or operated commercially.
b. The reporting period is as follows:
1. the first quarter report is submitted no later than April 10 of the current year;
2. the second quarter report is submitted no later than July 10 of the current year;
3. the third quarter report is submitted no later than October 10 of the current year; and
4. the fourth quarter report is submitted no later than January 10 of the following year.
c. The LKPM format as referred to in paragraph (4) is listed in Attachment XIV which is an integral part of this Agency Regulation.
Source hash 09b3cd2925be482a · ingested 2026-06-01